Kegelisahan seorang imajiner




"Ilustrasi kegelisahan seorang imajiner"



    Pernah kah kalian merasa sedih yang mendalam melihat kehidupan seseorang yang selalu tertindas oleh sesuatu?, entah itu tertindas oleh sistem, entah itu tertindas karena mengambil keputusan yang salah ketika ingin memulai sesuatu, entah itu teman kalian yang ditindas oleh bos yang mempekerjakan mereka?, dan hal penindasan lain yang terjadi didunia ini. Ketika aku berkata ingin menciptakan dunia tanpa penindasan adalah sebuah dunia yang utopis untuk diwujudkan di kehidupan nyata, maka yang keluar dari mulut mereka aku adalah seorang imajiner yang berkhayal tinggi atas suatu. 

Aku tak mengerti dengan sebagian orang bahwa penindasan adalah sebuah pemandangan yang wajar untuk dipandang. Aku pernah melihat video dari salah satu konten kreator social experiment, ketika ia bertanya kepada orang-orang disekitar nya dengan pertanyaan "ketika nanti anda jadi presiden, perubahan apa yang akan anda bawa untuk Indonesia?" Dan salah satu dari orang itu ada yang menjawab "saya akan mengurangi kemiskinan dan memberantas nya". Dan aku pun menjawab didalam hati "kenapa tidak bisa dihilangkan saja agar orang tidak sengsara atas hidupnya yang miskin?".

Senantiasa pertanyaan kegelisahan itu muncul dan menghatui pikiran ku. Dan aku pun mencari seorang yang yang berpengalaman dalam dunia pemberontakan  kaum kelas pekerja, untuk diajak bertukar pikiran. Ia adalah seorang yang hebat yang pernah aku kenal karena latar belakang nya pernah membuat ribuan kelas pekerja sadar diri bahwa diri mereka tertindas. Inti dalam proses diskusi ku dengannya adalah  

"siapapun yang berkuasa penindasan itu tetap ada siapapun presidennya, serta kemiskinan tidak bisa dihilangkan hanya bisa dikurangi". 

Dan apakah itu akan usai saja didalam benak ku hingga sekarang? Atau hanya aku yang berkhayal saja dihidup ini? Dan menjadi imajiner sejati yang ingin menjadi kan dunia tanpa penindasan?.

Komentar

Postingan Populer