KACA untuk PENDIDIK



"Ilustrasi Kaca untuk pendidik"


    Ingin selalu difanatik kan untuk selalu dihormati tanpa melihat kaca untuk evaluasi diri sangatlah amat naif. Terkadang seorang pendidik lupa untuk berkaca pada dirinya dihadapan anak didiknya. Sangat perlu di ingat, terkadang apa yang dilarang olehnya tanpa disadari ia pun melakukan hal tersebut dengan sendirinya. Bahkan Dari hal terkecil mereka menilai nya, termaksud kedisiplinan untuk masuk pada pembelajaran nya. Sangatlah amat naif jika mereka meminta seseorang berbuat disiplin, akan tetapi mereka melakukan pelanggaran terhadap apa yang diajarkan olehnya. Sebagai contoh terkecil yang sering terjadi adalah keterlambatan waktu untuk datang ke lokasi pembelajaran, mereka para pendidik selalu meminta anak didik nya datang tepat waktu kedalam pembelajaran nya. 

Akan tetapi mereka (pendidik) merasa karena kelas sosial mereka yang tinggi  diantara yang didik olehnya. Sehingga mereka merasa benar untuk terlambat mendidik di waktu yang telah ditetapkan. Dalam hal kecil seperti ini secara tidak disadari para pendidik menghinakan dirinya sendiri. Mereka selalu mengumandangkan kedisiplinan, akan tetapi mereka melanggar nilai yang di kumandangkan. Hal semacam ini menjadi kanker akut yang menyumbat generasi yang akan mereka cetak. Sangat perlu seorang pendidik membawa kaca untuk mengaca kepada dirinya sendiri yang ingin selalu pantas untuk dihormati, diguguh, dan ditiru. Suatu hal yang wajib untuk ditandai dan dicatat sebagai suatu hal yang penting. Jika memang masih memiliki kekurangan.  

jangan sekali sekali untuk mengumandangkan. Dan jika sudah pantas dan  layak, untuk diguguh dan ditiru maka silahkan bawa selalu nilai itu untuk disenandungkan dan ditebar kan. Bibit yang seharusnya mereka jaga dan mereka tanam untuk terus tumbuh, secara tidak disadari mereka meletakkan hama yang membuat nya terhambat. Mendidik dan mengajar adalah pekerjaan yang mulia, jika yang mendidik dan mengajar kan ikut pendidikan dan pengajaran yang kerjakannya. Maka tidaklah suatu hal yang salah "tut wuri handayani" terletak pada dasi bewarna merah yang di kenakan oleh anak Sekolah Dasar. Dasi yang dikenakan oleh anak Sekolah Dasar itu adalah suatu bentuk protes yang terselubung untuk selalu memberikan kaca kepada pendidik dan pendidikan.

Komentar

Postingan Populer